Pengiriman Proyek
Gantry Peluncuran Jembatan untuk Proyek Jalan Tol Lintas Pulau Filipina
Latar Belakang dan Tantangan Proyek
Pada tahun 2025, sebuah proyek jalan raya lintas laut utama di Filipina memasuki fase kritis pemasangan balok penyangga. Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan dua pulau ekonomi utama, dengan total panjang sekitar 3,2 km, di mana lebih dari 701 TP3T berada di atas air. Karena lokasi geografisnya yang unik, konstruksi menghadapi tantangan yang sangat berat. Setelah menerima persyaratan, HSCRANE menyesuaikan sebuah gantry peluncuran jembatan untuk proyek tersebut.

Tantangan Proyek
- Kondisi Cuaca yang Kompleks: Terletak di wilayah monsun tropis, lokasi ini rentan terhadap angin silang yang kuat dan curah hujan lebat yang tiba-tiba, sehingga membutuhkan stabilitas luar biasa untuk pengoperasian gantry peluncuran jembatan di ketinggian.
- Batasan Medan: Jembatan ini membentang di atas perairan dangkal dan daerah perairan dalam di mana para insinyur tidak dapat memasang penyangga di darat. Selain itu, desainnya mencakup bagian-bagian dengan lengkungan radius kecil (R = 600 m).
- Persyaratan Presisi Tinggi: Sebagai proyek infrastruktur utama nasional, para insinyur harus mengendalikan penyimpangan penempatan balok pracetak dalam batas ±5 mm.
Spesifikasi Teknis Gantry Peluncuran Jembatan
Untuk mengatasi kondisi kerja lepas pantai yang ekstrem, gantry peluncuran jembatan yang telah dimodifikasi ini ditingkatkan berdasarkan model standar:
| Parameter | Spesifikasi |
| Kapasitas Angkat Terukur | 180 Ton |
| Rentang yang Berlaku | 30 m / 40 m / 50 m (dapat disesuaikan) |
| Kemampuan Adaptasi Lereng Memanjang | ±4% |
| Kemampuan Adaptasi Lereng Melintang | ±3% |
| Jari-jari Kurva Minimum | 600 m |
| Kecepatan Ereksi | 2–3 bentang/hari (kondisi standar) |
| Daya Total | Sekitar 110 kW |
| Batas Kecepatan Angin | ≤15 m/s (beroperasi); ≤45 m/s (tidak beroperasi) |

Solusi Gantry Peluncuran Jembatan HSCRANE
Teknologi Peluncuran Mandiri Tipe Berjalan
Untuk mengatasi tantangan ketidakmampuan memasang penyangga sementara di lepas pantai, gantry peluncuran jembatan ini mengadopsi mekanisme tipe berjalan inti dari HSCRANE. Peralatan ini tidak memerlukan pemasangan rel jarak jauh; sebaliknya, ia "berjalan" di antara pilar melalui penyangga kaki hidrolik yang bergantian.
Desain ini secara signifikan mengurangi ketergantungan pada infrastruktur tambahan dan berkinerja sangat baik di lingkungan konstruksi lepas pantai yang terbatas.

Kontrol VFD dan Pemosisian Transversal Tingkat Milimeter
Untuk memenuhi persyaratan akurasi penyelarasan yang ketat, sistem ini menggunakan kontrol penggerak frekuensi variabel (VFD) penuh. Operator dapat terus menyesuaikan kecepatan troli pengangkat dan mekanisme melintang, memungkinkan penempatan balok yang tepat melalui kendali jarak jauh.
Khususnya pada bagian jembatan yang melengkung, sistem kompensasi lateral cerdas HSCRANE secara otomatis mengoreksi penyimpangan, memastikan bahwa setiap balok T diposisikan secara akurat pada bantalan.

Desain yang Ditingkatkan untuk Ketahanan Angin dan Anti-Korosi
Mengingat lingkungan laut yang memiliki salinitas dan kelembapan tinggi, HSCRANE menerapkan perawatan permukaan berstandar tinggi, termasuk sandblasting dan lapisan anti-korosi epoksi tiga lapis yang kaya seng.
Selain itu, tim desain meningkatkan kekakuan torsi balok utama dan memasang perangkat pengunci angin hidraulik pada kaki depan, memastikan pengoperasian yang aman bahkan dalam kondisi angin skala Beaufort 6.

Proses Konstruksi di Lokasi
Di lokasi proyek Filipina, para insinyur HSCRANE memberikan dukungan teknis penuh waktu. Alur kerja dioptimalkan menjadi proses jalur perakitan yang efisien:
- Tahap Pemberian Makan Balok: Kendaraan pengangkut mengantarkan balok pracetak ke bagian belakang gantry peluncuran jembatan.
- Tahap Pengangkatan dan Pemindahan: Dua troli mengangkat balok secara sinkron dan memindahkannya memanjang ke bentang yang ditentukan.
- Penempatan dan Pemosisian: Sistem transversal memungkinkan penyesuaian halus, menyelesaikan penempatan yang tepat dalam waktu 10 menit.
- Operasi Peningkatan Bentang: Rangka penopang bergerak maju ke dermaga berikutnya menggunakan pengangkatan hidrolik, bersiap untuk pemasangan bentang selanjutnya.

Umpan Balik Pelanggan dan Hasil Proyek
Setelah 8 bulan beroperasi terus menerus, proyek ini berhasil menyelesaikan semua tugas pemasangan balok penyangga, 20 hari lebih cepat dari jadwal.
Direktur proyek dari pihak Filipina berkomentar:
“Peralatan HSCRANE menunjukkan stabilitas yang mengesankan dalam kondisi angin lepas pantai yang kompleks. Desainnya yang disesuaikan secara signifikan menyederhanakan pengoperasian pada bagian jembatan yang melengkung dan sangat mengurangi biaya tenaga kerja.”
Keberhasilan penyelesaian proyek ini sekali lagi menunjukkan kemampuan HSCRANE dalam solusi peralatan yang disesuaikan untuk lingkungan global yang kompleks. Dari daerah pegunungan hingga proyek lepas pantai, HSCRANE terus mempercepat pengembangan infrastruktur global dengan kualitas yang andal dan teknologi inovatif.
Dapatkan Saran Ahli untuk Proyek Jembatan Anda
Tim teknik kami memiliki pengalaman puluhan tahun di bidang peralatan konstruksi jembatan. Izinkan kami membantu Anda menemukan solusi yang tepat.
